Translate

Minggu, 07 Juli 2013

Piknik ke Pantai Kukup

Sudah beberapa bulan yang lalu kami merencanakan untuk berpiknik ria, lebih tepatnya berpoto di pantai. Namun, banyak kendala yang kami alami, misalnya kami kesulitan untuk menemukan waktu yang paling tepat, masalah dana hingga kebingungan menggunakan kendaraan apa untuk pergi ke pantai.

Tapi akhirnya, hari ini tercapai juga. Kami mengunjungi pantai Kukup, sebuah pantai di pelosok Kabupaten Gunung Kidul, sebenarnya masih segaris dengan pantai Baron, pantai Indrajati dan pantai-pantai lainnya. Namun yang menjadikan pantai Kukup istimewa adalah pulau karang yang terbentuk di tengah lautan dan pinggiran pantai yang terdiri dari pantai pasir dan pantai karang. Belum lagi banyak aktivitas yang dapat ditawarkan pantai ini, kita bisa berburu keong hidup, ikan, duri babi, limpan laut, bahkan ikan-ikan kecil di sela-sela karang.

Kami berangkat dari Yogyakarta dengan menggunakan Bis Kopaja, sebuah bisa tua yang jika tidak ingin dikatakan "busuk". Banyak yang terkejut sebenarnya. Bagaimana tidak, banyak dari kami sebenarnya adalah anak orang berada di daerah masing-masing, dan di sini bis kopaja menjadi satu-satunya pilihan kami untuk pergi berlibur. Tapi overall, kami berangkat juga dengan 22 personil tersisa. Beruntung kami membawa bekal makanan, karena perjalanan ke pantai kukup "lumayan" jauh, kira-kira memakan waktu antara 2-3 jam dan itu cukup membuat kami sedikit "berkuah" dan lelah selama perjalanan. Dan makanan yang tersedia menjadi terlihat bagai makanan yang sangat lezat kala itu.

Acara kemudian dilanjutkan dengan berburu ikan, lebih tepatnya menjaring ikan dengan jaring kecil yang dijual oleh ibu penyewa tikar seharga Rp.5000,-, namun malangnya jaring itu harus hilang diperjalanan, padahal telah berhasil menjaring sekitar 5 keong hidup yang di kampung kami desebut Lulu. Tapi acara berlibur ke pantai kukup lebih dapat dikatakan sebagai liburan photo session, bagaimana tidak, hampir 2 jam waktu kami disana dihabiskan untuk berpoto di sudut sana dan sini. Tapi setidaknya liburan kali ini menjadi sangat berkesan karena mampu mengeratkan hubungan persaudaraan kami (mungkin sebagian) tapi itu sudah lebih dari cukup bagi kami anak perantauan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar